MENGAPA SAYA MEMAKAI ISTILAH "Koteka atau humi"? Dalam Tulisan2 Saya?
FOTO MASYARAKAT ANGGRUK

Selamat membaca, semua anak Papua khususnya mahasiswa atau pelajar asal kabupaten yahukimo di tanah air!!
0. Pengantar
Sudah beberapa kali, kata "koteka" yang saya gunakan dalam tulisan-tulisan saya sudah menjadi seolah-olah kata "sandungan" bagi sebagian saudara2 Yahukimo atau asal distik Anggruk yang di tanah air.
Marilah saya menjelaskan mengapa istilah ini patut dan dianggap layak dipakai:
1. Fakta Sejarah Orang Anggruk pasikni kabupaten Yahukimo Papua
Bahwa semua manusia, termasuk semua orang Yahukimo, pada mulanya adalah telanjang.
Bahwa nenek-moyang orang Anggruk adalah pada mulanya tidak berpakaian dari bahan tali rotan dan koteka, seperti yang Anda dan saya kenakan hari ini.
Bahwa wujud "ketertinggalan" (sebenarnya saya tidak setuju koteka sebagai tanda ketertinggalan) di Papua pada khususnya di kabupaten yahukimo distrik anggruk yang sampai hari ini masih dapat Anda sendiri lihat dan tunjuk dengan jari di abad 21 ini adalah "koteka". Wujud keterbelakangan lain seperti cawat dan daun-daunan telah tiada karena perubahan peradaban. Hanya koteka masih bertahan hidup di abad ke 21 ini.
2. Koteka adalah Logo atau 'stereotype' orang Anggruk sekarang
Bahwa di mana saja di dunia ini, kalau seseorang melihat manusia pribumi berhiaskan bulu burung cendrawasi dan tali rotan, mereka dapat bertanya-tanya apakah dari Afrika atau Amerika Latin, tetapi begitu mereka melihat "koteka", TANPA ragu dan secara pasti, mereka akan bilang, "INI ORANG ANGGRUK/ PASIKNI!" Maka, koteka adalah "logo" atau "stereotype" orang Anggruk kabupaten yahukimo, yang membantu orang di dunia untuk membedakan orang Anggruk dengan orang pribumi lainnya di dunia ini.
Buktinya kita lihat hampir semua demo2 di luar negeri atas nama Papua Barat selalu menggunakan koteka dan sali, yaitu pakaian orang Anggruk yang ada sampai saat ini. Orang suku manapun, selalu mengenakan koteka, karena itulah logo orang Yahukimo saat ini.
Bahwa bendera Bintang Kejora menunjukkan kemegahan negara, Burung Mambruk Meyum simbol negara, tetapi nama ANGGRUK punya simbol, yaitu yang menunjukkan kepada manusia YAHUKIMO adalah "koteka".
Bahwa koteka itu bukan hanya miliki orang ANGGRUK atau HERIAPINI, tetapi semua orang YAHUKIMO
3. Koteka "dalam kacamata rohani" di anggruk kabupaten yahukimo
Sudah lama, kata "koteka" telah dipakai sinonim dengan "bodoh", "ketinggalan jaman", "jijik", "tidak bisa", yaitu untuk mengejek. Nama pakaian ini telah menjadi kata untuk menghina. Kitab Suci mengatakan bahwa mereka yang dipandang "hina" akan diangkat oleh Tuhan dan mereka yang dipandang terkebelakang akan menjadi terdahulu.
Dalam perjuangan ini, bangsa ANGGRUK PASIKNI dulu dianggap, "orang yang tak perlu diperhitungkan dalam politik dunia modern", kanibal, primitif, terbelakang, dll itu sedang bangkit kembali, menunjukkan kepada dunia, atas dasar kebenaran mutlak ilahi, kebenaran sejarah dan kebenaran fakta. Karena itu, tanda "koteka' adalah tanda yang patut dipakai di di kabupaten yahukimo.
4. Symbol Kepolosan dan Kesahajaan
Koteka melambangkan kepolisan jiwa dan hati orang Anggruk. Tidak ada yang tersembunyi di hati orang Yahukimo. Dalam kesederhanaan ada kebahagiaan dan kepuasan, yaitu hidup bersahaja. Itulah lambang kehidupan yang sederhana. Itulah cita-cita perjuangan masyarakat anggruk kabupaten yahukimo, yaitu hidup sebagaimana orang ANGGRUK mau, bukan hidup seperti orang asing mau.
Tetapi kalau sebagian besar masyarakat Anggruk Pasikni atau manusia Yahukimo merasa bahwa kata ini memecah-belah atau merugikan masyarakat, maka secara aklamasi dapat dihapus. Tetapi pertanggungjawaban harus dilakukan kepada para kepala suku yang telah menyetujui pemakaian kata itu dalam setiap tulisan saya.
Semoga berguna bagi kita orang yahukimo semua
Wa norry: (YALIMECK, ANGGRUK, PASIKNI NINAP)


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda